Minggu, 12 Agustus 2012

Al Qaeda Mulai Bangun Kekuatan di Suriah


Al Qaeda telah bergerak di luar wilayah-wilayah yang terisolasi di Suriah dan kelompok ini tengah membangun jaringan sel yang teroganisir dengan baik di negara itu. Hal ini diungkapkan sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat (AS).

Inteliljen AS khawatir kekerasan yang terus menerus berlangsung di Suriah dapat menjadi celah bagi Kelompok Mujahidin itu untuk mendirikan sebuah pijakan baru sama halnya seperti yang mereka lakukan di Iran. Bila hal ini terjadi maka kejatuhan Presiden Bashar al-Assad sekalipun tidak akan menghentikan kekerasan di Suriah.

"Setidaknya ratusan anggota Al Qaeda telah beroperasi di Suriah dan kekuatan mereka terus tumbuh dengan dukungan dari kelompok militan asing," ujar mantan pejabat intelijen AS seperti dikutip Associated Press, Sabtu (11/8/2012).

Anggota Al Qaeda yang terdiri atas kelompok-kelompok kecil ini menyebar dari kota ke kota. Beberapa dari mereka adalah veteran perang Irak yang menggunakan keahlian mereka dalam merakit bom. Sementara itu sebagian lainnya menggunakan pengalaman mereka dalam mengkoordinasikan kelompk-kelompok kecil tersebut untuk meraih pengikut baru.

AS mengaku jumlah anggota Al Qaeda di Suriah kecil untuk ukuran Pejuang anti-pemerintah namun yang mereka khawatirkan adalah jumlah ini terus meningkat.

"Terdapat kelompok pejuang asing yang jumlahnya jauh lebih besar baik yang berada di Suriah maupun yang tengah menuju negara itu. Kelompok oposisi Suriah meyakinkan kami bahawa mereka mewaspadai hal ini dan menolak untuk berurusan dengan Al Qaeda ataupun kelompok ekstremis lainnya," ujar koordinator kontraterorisme Kementerian Luar Negeri AS Daniel Benjamin.

Di Suriah sendiri, komandan oposisi mengimbau agar diberikannya senjata baru yang lebih memadai. Oposisi juga menegaskan sedikitnya bantuan yang diberikan AS dan negara-negara Arab membuat mereka perlahan terpukul mundur di sejumlah pertempuran.

Oposisi Suriah juga mengeluhkan keberadaan para Mujahidin yang mendapat pendanaan lebih banyak dan dipersenjatai dengan sistem persenjataan yang jauh lebih baik sehingga para pejuang mereka lebih tertarik untuk bergabung dengan kelompok ini.

"Para Pejuang Alqaida datang dengan senjata dan uang," ujar anggota Dewan Transisi Nasional Suriah Murhaf Jouejati.

AS sendiri telah berulang kali menolak memberikan bantuan senjata terhadap oposisi Suriah. Menlu Hillary Clinton mengatakan, AS perlu membahas lebih dulu persoalan tersebut dengan Turki serta aktivis oposisi Suriah yang berada di Turki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar