Selasa, 05 Juni 2012

Macan Tutul Jawa Berhasil Ditangkar di Jerman


Tierpark Berlin-Friedrichsfelde mengumumkan kelahiran sepasang bayi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) sebagai sukses besar untuk penyelamatan subspesies langka. Di Jawa macan tutul ini diperkirakan tinggal 250 ekor saja.



"Sebagai simbol persahabatan masyarakat Indonesia-Jerman, dengan rasa sukacita saya beri nama Arjuna kepada bayi jantan dan Srikandi kepada bayi betina macan tutul Jawa ini," ujar Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Dr. Eddy Pratomo dalam konferensi pers yang diikuti 30 jurnalis di Tierpark (Taman Satwa) Berlin-Friedrichsfelde (5/3/2012).


Dalam kesempatan itu Dubes menggendong Arjuna didampingi oleh Direktur Tierpark Berlin Dr. Bernhard Blaszkiewitz dan Kurator Mamalia Tierpark Berlin Christian Kern yang menggendong Srikandi.


Di hadapan insan pers dan Direktur Tierpark Berlin Dr. Blaszkiewitz, Dubes menyampaikan pesan agar masyarakat Berlin terus mencintai macan tutul Jawa tersebut karena mereka saat ini telah menjadi duta muhibah dan simbol persahabatan kedua negara.


"Kelahiran kedua macan tutul Jawa ini juga menambah catatan menggembirakan dalam peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman yang jatuh pada tahun ini, imbuh Dubes, sebagaimana disampaikan Sekretaris IIIPurno Widodo, Selasa.



Kelahiran sepasang bayi macan tutul Jawa di Tierpark Berlin ini menyedot perhatian media massa dan masyarakat Jerman. Media massa setempat telah ramai memberitakan kelahiran kedua subspesies langka tersebut jauh sebelum konferensi pers resmi.


Macan tutul ​ Arjuna dan Srikandi dilahirkan pada 16/1/2012. Induk mereka bernama Shinta berusia 6 tahun, berasal dari Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor. Sedangkan pejantannya bernama Wuppi berusia 18 tahun yang dibesarkan di Wuppertal Jerman.


Kesuksesan penangkaran bayi macan tutul Jawa di Jerman ini merupakan prestasi besar, sebab baru pertama kali macan tutul Jawa berhasil ditangkarkan di luar Indonesia.


​Penangkaran macan tutul Jawa ini merupakan kerjasama antara Tierpark Berlin dengan TSI sejak 2010, dimana salah satunya berupa pertukaran satwa. Dalam hal ini Tierpark Berlin meminjamkan jaguar dan jerapah kepada TSI, sebaliknya TSI meminjamkan sepasang macan tutul Jawa sebagai balasannya.


​Macan tutul Jawa merupakan salah satu subspesies yang sudah terancam punah. Hewan penyendiri yang tinggal di hutan hujan Jawa ini diperkirakan paling banyak hanya tinggal 250 ekor saja.


​ Selain macan tutul Jawa, berbagai satwa Indonesia lain juga dijumpai di Tierpark Berlin yaitu sepasang macan dan gajah Sumatera. Melengkapi keberhasilan penangkaran kedua macan tutul Jawa, gajah Sumatera tersebut saat ini tengah hamil anak kedua dan diperkirakan akan melahirkan beberapa pekan akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar